Drama pendek 5 orang Coretan Pena

Naskah Drama

KELOMPOK 1
1)      Ardian Deva Saputra
2)      Jeni Listiyana
3)      Muhammad Arkan Alif N.I
4)      Nurmalita Sari
5)      Rona Adzkia Syahidah
Kelas                : VIII C
Judul                : Coretan Pena

Semangat pagi yang cerah, semangat tuk jalani sekolah menuntut ilmu. Hal yang tak biasa terjadi diantara mereka Sari, Putra, Alif, Tazki, dan Listi. Mereka adalah murid yang duduk di bangku kelas 8 SMP. Sampailah Listi di depan kelasnya.

Listi                  : “Pagi, kawan !!” ( megetuk pintu kelas, dengan wajah yang murung )
Tazki dan Sari : “Pagi juga kawan”
Alif                   : “Hai, Lis kenapa wajahmu murung tak sepert biasanya?
Listi                  : “Aku enggak papa kok, cuma enggak enak badan aja.”
Alif                   : “Kalau gitu ayo aku antar kamu ke UKS !! “
Listi                  : “Makasih, tapi janganlah.”
Putra               : “Hah, kamu kenapa Lis? Sampai mau diantar ke UKS segala?”
Listi                  : “Udahlah enggak papa enggak usah dibahas lagi.”
Putra               : “Ya sudahlah kalau begitu mau mu.”
Tazki                : “Ada PR Matematikan?
Sari                  : “ Iya tuh nyebelin banget PR nya sulitnya bukan main,… yang tentang persamaan garis lurus lagi. Aduhh.. bingung aku cara ngerjainnya gimana?”
Tazki                : “Itu enggak sulit Sar, coba kalau kamu belajar nya rajin trus memperhatikan bu guru saat menerangkan kamu pasti bisa dengan mudah ngerjain soal itu.”
Listi                  : “Iya tu Sar, apa kata Tazki betul.”
Putra               : “Emang dasarnya Sari aja yang enggak tahu rumus cinta matematika haahaha..”
Alif                   : “Ehemm yang bahas tentang cinta ni yeee!!”Sari                  : “Ngapain lif, kamu ikut ikutan huhuhu, bukan bahas cinta kalikk.., tu bahas rumus cinta matematika jangan kaget lohh yaa kalau ternyata Listi murung karena diaaa..”
Tazki                : “Heh, Sar jangan bilang yang aneh-aneh kamu, mugkin Listi murung karena masalahnya dia rumahnya.”
Sari                  : “ Wah, kenapa kamu kepo sih Taz?”
Tazkia              : “ Kamu tu, yang mulai kepo duluan. Sok sokan tau Listi murung kenapa.”
Sari                  : “ Biarin, artinya aku memperhatikan Listi, mengapa dia tak seperti biasanya.”
Tazki                : “ Betul juga apa katamu, ada sisi postifnya juga ternyata.”
Putra               : “ Sudahlah kalian anak cewek, cuma masalah kayak gitu aja sampai segitunya.”
Alif                   : “ Biasalah Put, emang mereka kan suka  bahas yang enggak penting gitu. Ini, PR jadi lupa dibahas tuh.”
Sari                  : “ Intinya kata si Putra kalau matematika tu ada rumus cintanya. Iya kan Put?”
Putra               : “ Sipp lah bisa jadi begitu.”
Listi                  : “Apapun yang kalian katakan ke aku, aku ikhals mendengarnya. Sebenarnya aku enggak papa kok cuma pusing biasa aja.”
Tazki                : “ Ya maaf Lis, kalau aku sama Sari ngomongnya salah.” (wajah merasa bersalah).
Alif                   : “Tuh bel masuk sudah bunyi, sana kembali ke tempat masing-masing”.

Bel tanda masuk pun berbunyi, (teeeetetettett..tettett) saatnya para siswa mengikuti pelajaran dengan serius meghadapi pelajaran jam pertama dengan jadwal Matematika. Beberapa saat kemudian bel istirahat berbunyi, para siswa keluar dari kelasnya bermain, berjalan menuju kantin sampai ke perpustakaan. Namun, berbeda dengan Listi ia menyendiri di taman belakang kantin tak seperti biasanya, duduk termenung ditemani dengan satu penanya yang begitu berharga.

Listi                  : Tuhan, kenapa aku seperti ini, ayah, ibu, sahabat sahabatku tak tau apa yang terjadi dengan ku, mungkin baru kaliini aku merasakan seperti ini, sejak aku melihat ayah telah pulang dari kerja, aku ingin memberitahunya. Tapi, mata ini tak sanggup Tuhan, melihat keadaan ku seperti ini. Aku tak sanggup mereka tau semua ini. Aku tak mau melihat mereka menangis karena aku. Mungkin ini yang dapat kulakukan… ( Listi menulis di sebuah kertas)
Tazki                : “ Eh, Sar ayo kita lewat taman belakang kantin aja yukn!!”
Sari                  : “ Okelah ayooo.. !!” Sebentar, taz kau lihat di kursi depan pohon taman itu, itukan si Listi, tumben dia ketaman sendrian lagi.”
Tazki                : “ Gak tau lah dari tadi aku kan sama kamu.”
Sari                  : “ Taz , kamu ngerasa enggak kalau Listi disukai banyak sama teman-teman kita, trus kalau mereka dapat kelompok sama dia,mereka tu kelihatannya senang gitu.”
Tazki                : “ Iya aku ngerasa , Listi tu juga diperhatikan sama banyak guru, trus kita? Jarang banget diperhatikan sama teman dan juga guru. Mungkin karena dia lebih rajin dari kita.”
Sari                  : “Sepertinya dia lagi nulis sesuatu ayo kita rebut aja tulisannya !! Biar tau kalau kita tu juga ingin diperhatikan kayak dia.”
Tazkia              : “Beneran ini, bukanya kalau gitu kita nyakitin hati nya Listi?”

Tanpa berfikir panjang Sari pun langsung merebut kertas yang di pegang oleh Listi.
Sari                  : “Coba aku pinjam Lis? “ (langsung diambil dan dilempar)
Listi                  : “ Jangan Sar, jangan, jangan dibuang kertas itu…” (dengan wajah sedih)
Putra               : “ Ada apa ini Lis? kenapa kamu menangis.”
Listi                  : “Ohh tidak ada apa apa kok Put ”
Alif                   : “ Jujur saja lah Lis tadi aku ngelihat kok kertas yang dilempar sama Sari itu. Kenapa kamu tak rebut kertas itu?”
Listi                  : “ Jika aku ambil kertas itu sama saja sudah sobek dan tak bisa dibaca.”
Tazki                : “ Maafkan Sari ya Lis, mugkin dia ingin seperti kamu.”
Putra               : “ Ya sudah, mari kita kembali ke kelas saja.”

Setelah beberapa hari setelah kejadian itu Listi jarang masuk sekolah. Teman teman Listi merasa khawatir kepadanya. Keesokan harinya.

Alif                   : “ Hai kawan ada berita buruk. Tadi pagi ibunya Listi kerumahku, kalau ternyata Listi sudah pindah dari sekolah kita ini. Dan ibunya menitipkan surat terakhirnya buat kita , supaya menjaga baikbaik surat ini katanya.”
Tazki                : “ Sar, coba baca surat ini !!”(Sari membaca surat dari Listi)
Sari                  : Untuk sahabatku, terimakasih kalian telah mengisi hari hariku dengan seyuman kalian, aku tak akan melupakan mu kawan. Maafkan aku jika aku pernah salah dengan kalian, dan apapun itu kesalahan kalian kepadaku aku memaafkanmu kawan. Tapi satu yang perlu kalian ingat aku pindah disini bukan karena aku benci denganmu kawan. Namun, inilah yang harus aku lakukan tuk jalani hidupku di tempat ini. Sekali lagi simpan baikbaik kertas ini. Suatu saat nanti aku yakin aku akan kembali bersama kalian. Terimakasih, atas semua canda tawamu takkan kulupakan.Ingat tetaplah menjadi dirimu sendiri kawan. Aku akan selalu merindukanmu.Salam Listi.~
(Mereka mejawab satu persatu dari coretan pena Listi)
Alif                   : “Kami pasti memaafkan kesalahanmu Lis.”
Putra               : “Terimakasih atas batuanmu juga kepada kami”
Alif                   : “Kami harap, suatu saat nanti kau bilang kepada kami mengapa kamu pergi tinggalkan kami, sampai kau pindah dari sekolah kita tercinta ini.”
Sari                  : “Mungkin kemarin adalah hari terakhir aku marah sama kamu Lis, maafkan aku lis.. telah membuang kertas itu sampai membuat kau menangis. Pesan dari kami untukmu jagalah dirimu seperti kau menjaga sahabatmu !!Tazkia              : “ Jika kau dengar disana Lis, disini kami juga kan selalu merindukanmu.”
Sari                  : “ Hai kawan, rasanya aku disini merasa kehilangan Listi, aku ingin bertemu dengannya aku ingin meminta maaf langsung dengannya atas kesalahanku kemarin.”
Tazkia              : “Tapi semua itu sudah terlambat Sar, kita tak tahu dimana Listi pindah sekarang. Mungkin yang dapat kita lakukan disini hanyalah berdo’a semoga Listi cepat kembali dan bersama kita lagi.

Akhirnya, Listi meniggalkan sahabat-sahabtnya. Hanya tinggallah, satu lembar Coretan Pena milik Listi, yang mereka simpan, yang sewaktu waktu mereka dapat membacanya jika mereka rindu cinta sahabat. Hanyalah berdo’a yang mereka bisa lakukan. Mereka pun merasakan betapa pentingnya kebersamaan.

One thought on “Drama pendek 5 orang Coretan Pena

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s