Karya Tulis Sifat Jaringan Meristem atau Embrional Sifat Pluripotensi Polipotensi dan Titopotensi

Sifat Jaringan Meristem atau Embrional

Sifat Pluripotensi Polipotensi dan Titopotensi

 

 

 

 

Disusun Oleh

Rona Adzkia Syahidah (XI MIPA 2/24)

 

 

DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAH RAGA

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

SMA NEGERI 2 WONOSARI

Jl. Ki AgengGiring 3 Telp / Fax (0274) 391158 Wonosari Gunungkidul

 

KATA PENGANTAR

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang telah dilimpahkan kepada saya, karena tanpa rahmat dari Tuhan, saya tidak dapat menulis segala yang telah diungkapkan dalam karya tulis ini.

Karya tulis yang berjudul “Sifat Jaringan Meristem atau Embrional  Sifat Pluripotensi Polipotensi dan Titopotensi” ini di susun sebagai salah satu pembelajaran biologi. Dalam waktu kurang lebih tiga hari saya mengumpulkan bahan, hingga karya tulis ini dapat diselesaikan. Materi yang diuraikan dalam karya tulis ini mencakup  sifat jaringan meristem, sifat pliuripotensi polipotensi dan titopotensi serta hubungannya dengan kultur jaringan pada tumbuhan dan  steam cell pada manusia atau hewan.

Dan saya meminta maaf apabila banyak terdapat kesalahan ataupun kata-kata yang tidak berkanan  dihati pembaca. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat dan digunakan sebagaimana mestinya.

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

 

Wonosari , 10 Agustus 2016

 

Penyusun

 

 

 

 

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………………………………………………………………i

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………………………….ii

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………………………….iv

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………………………………1

  1. Latar belakang………………………………………………………………………………………………….1
  2. Rumusan Masalah…………………………………………………………………………………………….1
  3. Tujuan …………………………………………………………………………………………………………….2
  4. …………………………………………………………………………………………………………2
  5. ………………………………………………………………………………………………………….2

BAB II PEMBAHASAN

  1. Jaringan Meristem (Jaringan Embrional)……………………………………………………………..3
  2. Pluripotensi………………………………………………………………………………………………………3
  3. ………………………………………………………………………………………………………7
  4. ………………………………………………………………………………………………………7
  5. Hubungan Pluripotensi Polipotensi dan Titopotensi dengan Kultur Jaringan……………8
  6. Hubungan Pluripotensi Polipotensi dan Ttitopotensi dengan Steam Cell Pada Hewan dan Manusia……………………………………………………………………………………………………8

BAB III PENUTUP

  1. ……………………………………………………………………………………………………12
  2. …………………………………………………………………………………………………………….12

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………………………………..13

 

Iv

BAB 1

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Tumbuhan merujuk pada organisme yang termasuk ke dalam Regnum Plantae. Di dalamnya masuk semua organisme yang sangat biasa dikenal orang seperti pepohonan, semak, rerumputan, paku-pakuan, lumut, serta sejumlah alga hijau. Hampir semua anggota tumbuhan bersifat autotrof, dan mendapatkan energi langsung dari cahaya matahari melalui proses fotosintesis. Karena warna hijau sangat dominan pada anggota kerajan ini, nama lain yang dipakai adalah Viridiplantae (“tetumbuhan hijau”). Nama lainya adalah Metaphyta.

Cahaya memegang peranan penting dalam proses fisiologis tanaman, terutama fotosintesis, respirasi, dan transpirasi. Arah pertumbuhan tanaman selalu mengarah ke sinar matahari. Seperti tanaman hias dirumah yang ditanam di dalam pot, jika diletakkan di bawah atap akan tumbuh condong mengikuti cahaya matahari . Sedangkan, tanaman hias yang diletakkan di area terbuka, maka batang tumbuhan tersebut tumbuh tegak (vertikal ke atas).Tumbuhan memiliki jaringan meristem atau jaringan embrional adalah jaringan yang sel-selnya aktif membelah diri secara mitosis. Sifat pluripotensi, polipotensi dan titopotensi terdapat hubungannya dengan kultur jaringan dan steam cell pada manusia atau hewan.

  1. Rumusan Masalah

 

  1. Apakah perngertian jaringan meristem dan sifatnya?
  2. Apakah yang dimaksud pluripotensi?
  3. Apakah yang dimaksud polipotensi dan titopotensi?
  4. Bagaimana hubungan pluripotensi, polipotensi dan titopotensi dengan kultur jaringan?
  5. Bagaimana hubungan pluripotensi, polipotensi dan titopotensi dengan steam cell?

 

1

 

 

  1. Tujuan
  2. Mengetahui sifat sifat jaringan epidermis
  3. Mengetahui hubungan pluripotensi, polipotensi dan titopotensi dengan kultur jaringan.
  4. Mengetahui hubungan pluripotensi, polipotensi dan titopotensi dengan steam cell

 

  1. Hipotesis
  2. Jaringan meristem atau jaringan embrional adalah jaringan yang sel-selnya aktif membelah diri secara mitosis
  3. Hubungannya di kultur jaringan sel dengan pluripotensi, polipotensi dan titopotensi tersebut bisa digunakan untuk menghasilkan anakan seragam dalam jumlah yang banyak dan cepat.
  4. Stem cell memiliki hubungan atau keterkaitan pada salah satu sifat pluripotensi, polipotensi atau titopotensi.
  5. Manfaat
  6. Mengetahui apa saja sifat jaringan epidermis
  7. Sebagai tugas awal pada materi jaringan meristem

 

 

 

 

 

 

 

 

2

BAB II
PEMBAHASAN

  1. Jaringan Meristem (Jaringan Embrional)

Jaringan meristem atau jaringan embrional adalah jaringan yang sel-selnya aktif membelah diri secara mitosis. Kemampuan jaringan bermitosis secara terus menerus menyebabkan terus bertambahnya sel-sel baru sehingga tumbuhan mengalami pertambahan tinggi dan volume.
Jaringan meristem memiliki sifat-sifat ,sebagai berikut.
• Disusun oleh sel-sel muda yang aktif membelah dalam fase pertumbuhan dan perkembangan.
• Tidak memiliki ruang antarsel (susunan rapat)
• Sel-sel berbentuk bulat, lonong, poligonal, kuboid atau prismatik, dan memiliki dinding sel yang tipis. Namun, sel-sel tertentu pada meristem apikal mempunyai dinding sel yang tebal. Sel-sel kambium pembuluh juga memiliki dinding radial yang sangat tebal pada periode tertentu.
• Di dalam sel mengandung banyak protoplasma. Biasanya protoplasma tidak mengandung bahan makanan cadangan dan kristal. Plastida masih berbentuk proplastida. Namun protoplasma felogen dapat mengandung seluruh bahan tersebut.
• Sel memiliki satu atau dua inti sel (nukleus) yang besar.
• Vakuola sel sangat kecil atau tidak ada sama sekali.

Jaringan meristem dapat dikelompokkan berdasarkan posisinya pada tubuh tumbuhan, asal-usulnya, jarigan yang dihasilkan strukturnya, taraf perkembangannya, dan fungsinya. Berdasarkan asal terbentuknya jaringan meristem dikelompokkan menjdi dua macam, yaitu jaringan meristem primer dan meristem sekunder.

 

 

3

  • Meristem Primer
    Meristem primer adalah jaringan meristem pada tumbuhan dewasa yang sel-seknya katif membelah. Pada umumnya terdapat di ujung batang atau (pucuk) dan ujung akar.Meristem primer menyebabkan pertumbuhan primer, yaitu pertumbuhan
  • vertikal yang mengakibatkan perpanjangan batang dan akar. Meristem ini berasal dari sel-sel inisial yang disebut promeristem. Promeristem adalah jaringan yang sudah ada ketika tumbuhan masih dalam fase embrio, Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Harbelendt. Promeristem akan berkembang menjadi protoderm, prokambium dan meristem dasar . Selanjutnya protoderm akan berdiferensiasi menjadi sistem jaringan pengangkut, sedangkan meristem dasar akan berkembang menjadi parenkim (jaringan dasar)

 

  • Meristem Sekunder

Meristem sekunder berasal dari sel-sel dewasa yang berubah sifatnya menjadi sel-sel meristematik. Sel-sel meristem sekunder berbentuk pipih atau prisma dan memiliki vakuola yang besar di bagian tengahnya. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus (felogen). Kambium merupakan laisan sel-sel yang aktif membelah di antara pembuluh angkut xilem dan floem. Kambium merupakan lapisan sel-sel yang aktif membelah di antara pembuluh angkut xilem dan floem. Kambium disebut juga dengan kambium pembuluh (kambium vaskuler).

Kambium dapat ditemukan didalam batang maupun akar tumbuhan dikotil (dicotylodeneae), Gymnospermae, dan beberapa tumbuhan monokotil (misalnya Agave, Aloe, Yucca sp., dan Dracaena sp). Kambium menyebabkan pertumbuhan sekunder sehingga batang menjadi bertambah besar. Aktivitas kambium kearah dalam dalam membentuk pembuluh kayu (xilem), sedangkan ke arah laur membentuk pembuluh tapis (floem).

 

 

4

Pada fase pertumbuhan, aktivitas kambium kearah dalam lebih banyak dibandingkan dengan aktivitas kambium ke arah luar, sehingga kayu pada batang atau akar menjadi lebih tebal daripada kulitnya.

Kambium gabus (felogen) adalah jaringan kambium yang membentuk lapisan pelindung periderm (gabus). Kambium gabus terletak di bawah epidermis batang dan akar yang sudah tua. Aktivitas kambium gabus (felogen) ke arah luar akan membentuk felem (lapisan gabus), sedangkan ke arah dalam membentuk feloderm (korteks sekunder). Lapisan gabus sangat sulit atau tidak bisa ditembus air. Pada umumnya sel-sel gabus merupakan sel mati. Sementara itu, feloderm terdiri atas sel-sel hidup.

Berdasarkan posisinya pada tubuh tumbuhan, jaringan meristem dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu meristem apikal, meristem interkalar, dan meristem lateral.

  1. Meristem apikal (meristem ujung)

Meristem apikal terdapat di ujung batang (pucuk) utama, ujung batang (pucuk) lateral, dan ujung akar. Meristem apikal menyebabkan pemanjangan batang dan akar yang disebut pertumbuhan primer. Semua jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer. Proses pemanjangan meristem apikal akan menghasilkan daun, bunga, dan tunas apikal (tunas ujung) yang akan berkembang menjadi cabang samping. Meristem apikal akan tampak melebar sebelum pembentukan daun, kemudian akan menyempit kembali sesudah terbentuknya primordium daun. Proses ini akan berulang kembali dengan adanya inisiasi dari setiap daun atau pasangan daun.

Menurut Schmidt, terdapat dua bagian penting pada daerah ujung batang, yaitu korpus dan tunika. Korpus merupakan bagian pusat dari titik tumbuh, denganarea yang luas, tersusun dari sel-sel relatif besar, serta dapat membelah secara tidak beraturan ke segala arah dan membentuk seluruh jaringan selain epidermis.
5

Tunika merupakan bagian paling luar dari titik tumbuh, terdiri atas satu atau beberapa lapis sel yang tersusun dari sel-sel berukuran relatif lebih kecil dan mengalami pembelahan ke arah lateral lateral atau ke samping. Sel-sel tunika akan berdiferensiasi menjadi epidermis. Sementara itu, Hanstein membagi ujung akar menjadi tiga daerah, yaitu dermatogen yang akan berkembang menjadi epidermis , periblem yang akan berkembang menjadi stele.

 

  1. Meristem interkalar atau aksilar (meritem antara)

 

Meristem interkalar terdapat di antara jaringan yang sudah berdiferensiasi. Contohnya meristem pada pangkal ruas tumbuhan golongan rumput-rumputan (Graminae), beberapa anggota spesies dari Caryophllaceae dan Polygonaceae, serta Equisetum sp. Meristem interkalar merupakan daerah meristematik yang terisolasi di subapikal batang, kemudian berkembang menuju pangkal (besipetal). Sel selnya membelah untuk membentuk rangkaian sel yang sejajar sehingga disebut meristem rusuk. Meristem interkalar menyebabkan pemanjangan ruas batang dan menyebabkan terbentuknya bunga. Jaringan yang terbentuk oleh meristem interkalar termasuk jaringan primer.

Miltenyi mengatakan bahwa meristem interkalar batang rumput tidak memiliki kedudukan yang tetap, melainkan berubah-ubah bersamaan dengan memanjangnya ruas, tetapi setelah perkembangan lakuna (interupsi di dalam jaringan pembuluh silinder tengah)., aktivitas ini menjadi terbatas pada jaringan dasar perifer di daerah sendi. Aktivitas meristematik sendi akan tetap aktif meskipun batang sudah menjadi dewasa

 

 

6

  1. Meristem Lateral (meristem samping)

Meristem lateral terletak memanjang sejajar permukaan batang atau akar, contohnya kambium pembuluh, kambium gabus. Meristem

lateral menyebabkan terjadinya pertumbuhan sekunder pada batang maupun akar, sehingga batang dan akar tersebut akan membesar. Aktivitas meristem lateral akan membentuk jaringan sekunder. Kambium pembuluh , menyebabkan epidermis pecah. Jatringan pelindung (jaringan gabus) kemudian mengambil alih fungsi epidermis. Gabus tersusun dari sel-sel mati berbentuk pipih tanpa ruang antarsel. Sel-sel tersebut dibatasi oleh lapisan berlemak suberin. Pada batang, gabus muncul pada sel-sel korteks terluar, seangkan pada akar umumnya gabus dibentuk di dalam perisikel. Pada jaringan gabus terdapat sekumpulan sel-sel yang memiliki ruang antarsel yang disebut lentisel. Lentisel berfungsi sebagai jalur pertukaran udara atau oksigen untuk kebutuhan hidup yang terletak di dalamnya.

 

  1. Pluripotensi

Pluripotensi dari kata Latin “pluris” berarti “lebih” atau “banyak.” Jenis ini sel induk didefinisikan sebagai memiliki kemampuan dan potensi untuk bervariasi dan berdiferensiasi menjadi tiga lapisan. Ini adalah endoderm, mesoderm, dan ektoderm. Sel-sel pluripotensi dapat mengakibatkan sel dewasa atau jenis sel janin.

 

  1. Polipotensi

Peristiwa dimana sel mengalami diferensiasi membentuk sel-sel tertentu misalnya cambium. Selain membentuk cambium baru juga mampu membentuk floem sekunder dan xylem sekunder.

 

  1. Titopotensi

Sifat totipotensi sel tumbuhan merupakan sifat sel yang mampu menjadi individu baru yang utuh jika berada pada lingkungan yang sesuai. Sifat totipotensi sel tumbuhan ini digunakan sebagai dasar untuk membiakkan tumbuhan dengan teknik kultur jaringan.

7

  1. Hubungan Pluripotensi Polipotensi dan Titopotensi dengan Kultur Jaringan

Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian-bagian tanaman seperti sel, jaringan, atau organ serta menumbuhkannya secara aseptis (bebas hama) di dalam atau di atas suatu medium budi daya sehingga bagian-bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali.

Totipotensi yaitu kemampuan setiap sel tumbuhan untuk tumbuh menjadi individu baru yang sempurna. Pada tahun 1969, F.C Steward mengadakan eksperimen dengan cara mengambil satu sel empulur wortel, kemudian ditumbuhkan menjadi individu baru. Teknik ini dikenal dengan kultur jaringan . Kultur jaringan adalah teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman (seperti jaringan akar, batang, daun dan mata tunas ), kemudian menumbuhkannya pada media buatan yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh hormon secara aseptik dalam wadah tertutup yang tembus cahaya (misalnya botol-botol kaca), pada suhu tertentu sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap.

  1. Hubungan Pluripotensi Polipotensi dan Ttitopotensi dengan Steam Cell Pada Hewan dan Manusia

Sel punca, sel induk, sel batang (bahasa Inggris: stem cell) merupakan sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh. Sel punca juga berfungsi sebagai sistem perbaikan untuk mengganti sel-sel tubuh yang telah rusak demi kelangsungan hidup organisme. Saat sel punca terbelah, sel yang baru mempunyai potensi untuk tetap menjadi sel punca atau menjadi sel dari jenis lain dengan fungsi yang lebih khusus, misalnya sel otot, sel darah merah atau sel otak.
Sifat-sifat sel punca (stem cell)

Sel punca memiliki dua sifat penting yang sangat berbeda dengan sel lain, yaitu:

 
8

  1. Kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel lain (differentiate). Dalam hal ini stem cell mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel matang, misalnya sel saraf, sel otot jantung, sel otot rangka, sel pankreas, dan lain-lain.
  2. Kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri (self-regenerate/self-renew). Dalam hal ini stem cell dapat membuat salinan sel yang persis sama dengan dirinya melalui pembelahan sel.
    Macam-macam stem cell (sel punca)
    Berdasarkan Kemampuannya sel punca digolongkan menjadi empat tipe,yaitu:
  • Totipotensi
    Sel punca yang berasal dari inner cell mass embrio memiliki kemampuan totipotensi atau dapat beruabah menjadi berbagai macam sel, termasuk berubah menjadi sel punca pluripotensi.
  • Pluripotensi
    Sel punca pluripotensi merupakan sel-sel yang menyusun tiga lapisan embrional.
  • Multipotensi
    Sel punca multipotensi hanya dapat berubah menjadi sel-sel yang tidak jauh berbeda.
  • U
    lebih spesifik lagi, sel punca unipotensi hanya dapat berubah menjadi satu jenis sel saja.

Berdasarkan asalnya

  • Sel punca embrio (embryonic stem cells)

Sel induk ini diambil dari embrio pada fase blastosit (5-7 hari setelah pembuahan).  Massa sel bagian dalam mengelompok dan mengandung sel-sel induk embrionik. Sel-sel diisolasi dari massa sel bagian dalam dan dikultur secara in vitro. Sel induk embrional dapat diarahkan menjadi semua jenis sel yang dijumpai pada organisme dewasa, seperti sel-sel darah, sel-sel otot, sel-sel hati, sel-sel ginjal, dan sel-sel lainnya.

 

 

 

9

  • Sel germinal/benih embrionik (embryonic germ cells)

Sel germinal/benih (seperti sprema/ovum) embrionik induk/primordial (primordial germ cells) dan prekursor sel germinal diploid ada sesaat pada embrio sebelum mereka terasosiasi dengan sel somatik gond dan kemudian menjadi sel germinal. Sel germinal embrionik manusia/human embryonic germ cells (hEGCs) termasuk sel punca yang berasal dari sel germinal primordial dari janin berumur 5-9 minggu. Sel punca jenis ini memilki sifat pluripotensi

  • Sel punca fetal
    Sel punca fetal adalah sel primitif yang dapat ditemukan pada organ-organ fetus (janin) seperti sel punca hematopoietik fetal dan progenitor kelenjar pankreas. Sel punca neural fetal yang ditemukan pada otak janin menunjukkan kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel neuron dan sel glial (sel-sel pendukung pada sistem saraf pusat). Darah, plasenta, dan tali pusat janin kaya akan sel punca hematopoietik fetal.
  • Sel punca dewasa (adult stem cells)

Sel punca dewasa mempunyai dua karakteristik. Karakteristik pertama adalah sel-sel tersebut dapat berproliferasi untuk periode yang panjang untuk memperbarui diri. Karakteristik kedua, sel-sel tersebut dapat berdiferensiasi untuk menghasilkan sel-sel khusus yang mempunyai karakteristik morfologi dan fungsi yang spesial.
Sel induk hematopoietic.

  • Sel punca mesenkimal
    Sel induk mesenkimal/ mesenchymal stem cells (MSC)dapat ditemukan pada stroma sumsum tulang belakang, periosteum, lemak, dan kulit. [4] MSC termasuk sel induk multipontensi yang dapat berdiferensiasi menjadi sel-sel tulang, otot, ligamen, tendon, dan lemak. Namun ada beberapa bukti yang menyatakan bahwa sebagian MSC bersifat pluripotensi sehingga tidak hanya dapat berubah menjadi jaringan mesodermal tetapi juga endodermal.

 

 

 

10

  • Sel punca kanker (cancer stem cells)

Sel punca kanker adalah sel yang mengaktivasi lintasan onkogenik berupa tumorigenesis yang membuat sel normal mengalami fasa inisiasi tumor, namun sel punca kanker tidak memiliki sifat tumorigenik. Dari data terakhir, ditemukan keberadaan sel punca kanker pada berbagai jenis kanker seperti leukimia, kanker payudara, kanker otak, kanker otak, kanker usus besar dan kanker kulit. Sel punca kanker pankreas memiliki kluster diferensiasi CD44, CD24 dan epithelial-specific antigen, selain SDF-1 (stromal cell-derived factor 1)/CXCR4 untuk bermigrasi seperti sel punca normal, serta ekspresi genetik lebih tinggi dari sel punca normal, seperti gen BMI-1 dan SHH (Sonic hedgehog) untuk memperbaharui diri.

 

Penggunaan Sel Punca (Stem Cell) Dalam Pengobatan Penyakit
Ada 3 golongan penyakit yang dapat diatasi olehstem cell

 

  1. Penyakit autoimun

Misalnya pada lupus, artritis rheumatoid dan diabetes tipe 1.

  1. Penyakit degeneratif.
  2. Pada penyakit degeneratif seperti stroke, penyakitParkinson, penyakit Alzheimer, terdapat beberapa kerusakan atau kematian sel- sel tertentu
  3. Penyakit keganasan. Prinsip terapi stem cell pada keganasan sama denganpenyakit autoimun.Hematopoietic stem cell yang diperoleh baik dari sumsumtulang atau darah tali pusat telah lama dipakai dalam terapi leukemia dan penyakit darah lainnya.
  4. Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.

 

11

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan
  • Jaringan meristem atau jaringan embrional merupakan jaringan yang sel-selnya aktif  membelah diri secara mitosis.
  • Pluripotensi dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel dalam tubuh namun tidak dapat membentuk menjadi suatu organisme baru
  • Polipotensi dapat berdierensiasi menjadi beberapa sel dewasa
  • Titopotensi potensi untuk berdiferensiasi menjadi semua jenis sel, dapat bertambah menjadi organisme baru bila diberikan dukungan maternal yang memadai
  • Hubungannya di kultur jaringan, sel dengan sifat tersebut bisa digunakan untuk menghasilkan anakan seragam dalam jumlah yang banyak dan cepat.
  • Hubungannya dengan stam cell, stem cell merupakan sel yang belum terspesialisasi yang mempunyai kemampuan atau potensi untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel-sel yang spesifik yang membentuk berbagai jaringan tubuh.
  • Penggolongan stem cell dapat dibedakan menjadi dua yaitu berdasarkan kemampuannya berdiferensiasi (totipotent, pluripotent, multipotent, dan unipotent).
  1. Saran
  • Diharapkan terhadap setiap siswa dalam pembelajarn mengenai materi jaringan meristem dapat memahaminya.
  • Sebaiknya setiap siswa dapat mengerti  hubungan pluripotensi, polipotensi dan titopotensi  dengan kultur jaringan pada tumbuhan dan stem cell pada hewan atau manusia.

 

 

 

12

Daftar Pustaka

 

https://wahabmughnisaadillah.wordpress.com/jaringan-meristem-jaringan-embrional/

http://fungsi.web.id/2015/07/jelaskan-apa-yang-dimaksud-sifat-totipotensi.html

https://aguskrisnoblog.wordpress.com/2012/01/13/implementasi-stem-cell-sebagai-salah-satu-upaya-meminimalisir-penderita-diabetes-melitus-di-indonesia/

http://toedhesga-linda.blogspot.co.id/2011_09_01_archive.html

http://keepinmind-blog.blogspot.co.id/2010/08/jaringan-dan-sistem-jaringan-pada.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

13

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s